ROARGAMA
Universitas Gajah Mada

Rhapsody of The Archipelago

“Di saat hidup serasa menghimpit, di saat hanya ada pilihan sulit, di saat semua lorong jalan terasa sempit, lentera cahaya perlu menyala, suar harapan perlu bersuara, pastikan masa depan disongsong dengan tangan terbuka.”

Gamelan 4.0 adalah sebuah persembahan atas menara harapan dengan cita rasa kebangsaan. Persembahan ini berupa pertunjukan gamelan dalam beragam bentuk yang menunjukkan reaksi gamelan atas jaman. Gamelan merupakan kakayaan abadi yang hidup. Dia bukan monumen mati yang hanya berbunyi ketika ditabuh. Dia adalah spirit harmoni dan keselarasan, yang mampu menjawab tantangan zaman. Dia tidak diam, dia hidup, berkelindan dengan kehidupan.

Gamelan 1.0

Ditemukannya instrumen musik di dunia yang dalam pembuatannya menggunakan teknologi metalurgi. Karena banyak instrumen musik dunia (yang sekarang dianggap menjadi puncak kebudayaan seni musik dunia) kala itu belum dibuat dengan bahan / teknologi logam (perunggu). Gamelan diciptakan sebagai media ritual para periode ini.

Gamelan 2.0

Berkembangnya kesenian njeron bètèng merambah ke luar kraton ('njaban bètèng’). Karena semakin banyaknya pelaku seni gamelan, akhirnya justru banyak muncul pengkayaan/modifikasi/penyesuaian baik di dalam maupun di luar kraton, yang menjadikan gamelan semakin diterima oleh banyak orang. Pengkayaan ini ditandai dengan adanya asimilasi budaya (instrumen) barat (contoh: gendhing gati/mars; dengan penambahan instrumen tambur/snare drum dan trumpet/flute). Selain itu, gamelan njeron beteng yang digelar di pendapa ternyata menjadi sumber akustik terbaik untuk gamelan perunggu. Ketika gamelan diadopsi njaban beteng yang notabene tidak memiliki pendapa maka bahan gamelan dibuat dari besi yang lebih nyaring bunyinya (selain memang njaban beteng tidak memiliki kemampuan untuk membuat gamelan perunggu).

Gamelan 3.0

Pengembangan fungsi gamelan, yang awalnya hanya menjadi media 'manembah'/upacara ritual keagamaan/kepercayaan, sudah menjadi media hiburan lintas disiplin ilmu seni (contoh: campur sari, iringan tari kerakyatan/kreasi baru, iringan ketoprak, ludruk, dan sebagainya). Pada periode ini, gamelan mulai merambah dunia hiburan/industri. Oleh karenanya, gamelan mulai direkam untuk dijadikan industri. Pada perkembangannya gamelan lalu dicampur antara pentatonik dengan diatonik.

Gamelan 4.0

Fungsi gamelan yg sudah masuk kategori sebagai salah satu genre musik dunia, selain tetap berfungsi sebagai sarana berketuhanan, hiburan, pendidikan, tuntunan, tontonan; berkembang menjadi pemersatu antar bangsa, antar genre musik, lintas budaya, dan seterusnya. Secara ekonomi, gamelan dibangun menjadi kebutuhan untuk pasar dunia seperti halnya musik afro, latin, arabic, dan lain-lain.

Konsep Logo

Nusantara, istilah ini yang dipakai untuk menggambarkan wilayah kepulauan yang membentang dari Sumatra sampai Papua, yang sekarang sebagian besar merupakan wilayah negara Indonesia. Kata ini tercatat pertama kali dalam literatur berbahasa Jawa Pertengahan (abad ke-12 hingga ke-16) untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Majapahit. Gambaran itu diwakili dengan bentuk pin map sebagai penanda lokasi dengan taburan bentuk geometri warna-warni yang menggambarkan keluasan Indonesia dengan keanerakagaman budaya, adat, kesenian dan orang-orang yang ada didalamnya. Warna hitam/putih pada kata ROAR mewakili kekuatan, kemewahan, kecanggihan dan eksklusif. Warna biru cyan pada kata GAMA diapresiasi untuk ketenangan dan kualitias harmoni yang berasosiasi dengan laut dan langit, warna ini mewakili banyaknya kepulauan di Indonesia yang dikelilingi oleh lautan.

Asosiasi pada huruf A meruncing ke atas adalah sebagai gambaran era 4.0 yang melesat cepat pada tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber.

Visual

Ilustrasi ini memaknai tentang keberagaman seni budaya, adat, agama dan suku di Indonesia yang melebur menjadi satu dengan mengedepankan saling toleransi, kerukunan dan gotong royong. Dengan paduan warna-warni ceria sehingga dapat menampilkan bentuk dan komposisi yang harmonis.